Belum lagi akusisi DoubleClick rampung, Google dikabarkan sudah membuat rencana akuisisi baru lagi. Raksasa mesin cari Internet ini disinyalir akan mencaplok software video conferencing perusahaan Swedia, Marratech.
“Kami sangat tertarik mengakuisisi software video-conferencing Marratech, memungkinkan para Googlers melakukan video-conference dimanapun lewat koneksi Internet,” tulis Douglas Merrill, wakil presiden engineering, di blog Google.
Menurut Merrill, software tersebut akan dipergunakan untuk mempermudah pertemuan internal. Software tersebut kemungkinan akan diintegrasikan ke layanan Google seperti Google Talk atau Google Docs & Spreadsheets. Demikian disampaikan CEO Google Eric Schmidt di Web 2.0 Expo yang digelar baru-baru ini di San Francisco, yang dikutip detikINET dari Informationweek, Senin (23/4/2007).
Marratech sendiri merupakan perusahaan Swedia yang membuat software untuk e-meeting seperti web conferencing dan video conferencing, yang memungkinkan kelompok dan individu secara remote bekerjasama dan berinteraksi lewat Internet.
Lebih lanjut dijelaskan, akuisisi ini tak hanya akan memperbaiki komunikasi korporat internal di Google, tapi juga merefleksikan komitmen perusahaan untuk meng-i>onlinekan tools bagi semua penggunanya.
Akankah layanan anyar tersebut digratiskan atau berbayar? Sampai berita ini diturunkan, pihak Google masih enggan memberikan rinciannya. Pastinya, jika layanan tersebut digratiskan, ini akan menjadi ancaman bagi Cisco yang bulan lalu telah menggelontorkan US$ 3,2 miliar untuk mengakuisisi provider video-conferencing WebEx.(detikinet)